Hey, today i'm not writing in English, I'll use Bahasa. Enjoy to read.
Dalam kehidupan segalanya mungkin tidak semulus yang difikirkan atau diplaningkan, kehidupan itu tidak semanis permen, lurus tanpa kelok, dan indah seperti taman bunga. Setiap orang memiliki kisah hidup yang berbeda-beda, setiap orang memiliki suka-duka yang berbeda-beda, namun yang membedakan orang yang satu dengan yang lain adalah cara bagaimana seseorang itu menyikapinya.
contohnya ada 2 macam orang dengan memiliki kepribadian yang berbeda;
Yang pertama, sebut saja namanya "A", A adalah orang yang suka bersyukur kepada Tuhan, apapun yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya, ia katakan ia akan selalu bersyukur. Suatu hari A akan melakukan sesuatu hal yang telah ia niati sejak lama dan menurut ia itu semua baik, namun ternyata rencana itu tidak terlaksana sesuai harapannya, dan si A pun menjadi kecewa.
Yang kedua, sebut saja namanya "B", B juga merupakan orang yang suka bersyukur, namun yang membedakan A dengan si B adalah ketika suatu hari B dihadapi dengan permasalahan yang sama seperti A, B tidak menjadi kecewa seperti apa yang dilakukan A, namun B malah bersyukur kepada Tuhan walaupun keinginanya tidak sesuai dengan keinginannya.
Dari cerita A dan B ada kata bersyukur, kita harus belajar untuk selalu bersyukur, bersyukur bukan karena sesuatu berjalan sesuai keinginan, tetapi saat kita dihadang masalah kita harus tetap bersyukur, karena apapun yang terjadi dalam hidup ini semuanya telah ditetapkan dan telah dirancaangkan oleh Tuhan.
Don Moen mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah, The Holy One, dalam lagunya: “Give Thanks”
Hallo reader... Syalom, bagaimana nih kabarnya? pasti sehat dong ya hehe, kali ini saya akan share-share sedikit dengan semuanya nih. Kalo di tanya gimana keadaannya sekarang, saya masih dalam keadaan yang kurang baik saat ini, tetapi saya tetap bersyukur atas kasih-Nya didalam hidup saya, namun keadaan ini tidak menghalangi saya dalam melakukan kegiatan rutin saya setiap pagi atau bisa dikatakan subuh. SATE..
haha.. namun yang saya maksud bukanlah sate makanan tetapi SATE atau SAat TEduh, mungkin kata-kata ini sudah tidak asing lagi bagi anda atau mungkin ada yang bertanya "Apa sih Saat Teduh itu?"
Mazmur 119:147-148 "(147)Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu. (148)Aku bangun mendahului waktu jaga malam untuk merenungkan janji-Mu."Saat Teduh adalah waktu pribadi yang kita sediakan bagi Tuhan, untuk kita umat-Nya. Saat Teduh merupakan waktu yang digunakan untuk kita mendengar suara Tuhan, berbicara dengan-Nya, dan merasakan hadirat-Nya. Biasanya Saat Teduh saya lakukan pada waktu subuh, waktu subuh sangat efisien karena pada umumnya di waktu ini orang-orang belum memulai aktivitasnya jadi ketika kita berSaat Teduh, kita dapat lebih hikmat dan kita juga bisa lebih fokus dengan Tuhan. Selain itu menurut saya Saat Teduh perlu dan sangat penting dilakukan sebelum kita memulai segala aktivitas, kita memulainya dan memberikan waktu pertama di hari yang baru untuk Tuhan dan menyerahkan sepanjang hari kita dengan Tuhan.
Dalam kehidupan segalanya mungkin tidak semulus yang difikirkan atau diplaningkan, kehidupan itu tidak semanis permen, lurus tanpa kelok, dan indah seperti taman bunga. Setiap orang memiliki kisah hidup yang berbeda-beda, setiap orang memiliki suka-duka yang berbeda-beda, namun yang membedakan orang yang satu dengan yang lain adalah cara bagaimana seseorang itu menyikapinya.
contohnya ada 2 macam orang dengan memiliki kepribadian yang berbeda;
Yang pertama, sebut saja namanya "A", A adalah orang yang suka bersyukur kepada Tuhan, apapun yang Tuhan kerjakan dalam hidupnya, ia katakan ia akan selalu bersyukur. Suatu hari A akan melakukan sesuatu hal yang telah ia niati sejak lama dan menurut ia itu semua baik, namun ternyata rencana itu tidak terlaksana sesuai harapannya, dan si A pun menjadi kecewa.
Yang kedua, sebut saja namanya "B", B juga merupakan orang yang suka bersyukur, namun yang membedakan A dengan si B adalah ketika suatu hari B dihadapi dengan permasalahan yang sama seperti A, B tidak menjadi kecewa seperti apa yang dilakukan A, namun B malah bersyukur kepada Tuhan walaupun keinginanya tidak sesuai dengan keinginannya.
Dari cerita A dan B ada kata bersyukur, kita harus belajar untuk selalu bersyukur, bersyukur bukan karena sesuatu berjalan sesuai keinginan, tetapi saat kita dihadang masalah kita harus tetap bersyukur, karena apapun yang terjadi dalam hidup ini semuanya telah ditetapkan dan telah dirancaangkan oleh Tuhan.
Don Moen mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah, The Holy One, dalam lagunya: “Give Thanks”
Give thanks with a grateful heart
Give thanks to the Holy One
Give thanks because
He's given Jesus Christ, His Son
And now let the weak say, "I am strong"
Let the poor say, "I am rich"
Because of what the Lord has done for us
Give thanks to the Holy One
Give thanks because
He's given Jesus Christ, His Son
And now let the weak say, "I am strong"
Let the poor say, "I am rich"
Because of what the Lord has done for us
Lalu bagaimanakah cara kita bersyukur? ada 3 cara yang dapat dilakukan, yaitu:
- Berdoa. Kolose 1:3 “Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,”
- Memberi Persembahan. Yunus 2:9 “Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!”
- Bernyanyi. Mazmur 28:7 “TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.”
Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."




0 Comment:
Post a Comment